• TANGGALAN

    April 2012
    S S R K J S M
    « Des    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Pos-pos Terbaru

  • Kategori

  • HAND MADE

Macam-macam Gaya Belajar Menurut Preferensi Sensori


1)            Gaya Belajar Visual

Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.       DePorter & Hernacki (2001) menyebutkan bahwa individu dengan gaya belajar visual dominan memiliki ciri-ciri atau karakteristik perilaku sebagai berikut:

a)    Rapi dan teratur

b)   Berbicara dengan cepat

c)    Mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik

d)   Teliti dan rinci

e)    Mementingkan penampilan

f)    Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar

g)   Mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual

h)   Memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik

i)     Biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar

j)     Sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis)

k)   Merupakan pembaca yang cepat dan tekun

l)     Lebih suka membaca daripada dibacakan

m) Dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap  waspada, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan.

n)   Jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama berbicara

  • o)   Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

p)   Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak”

q)   lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah

r)     lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik

s)    seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata

       

2)            Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar auditorial mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Masih menurut DePorter & Hernacki (2001), individu dengan gaya belajar auditorial dominan umumnya memiliki ciri-ciri atau karakteristik perilaku sebagai berikut:

a)    sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja

b)   mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik

c)    lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca

d)   jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras

e)    dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara

f)    mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita

g)   berbicara dalam irama yang terpola dengan baik

h)   berbicara dengan sangat fasih

i)     lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya

j)     belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat

k)   senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar

l)     mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi

m) lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya

n)   lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik

 

3)            Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Karakter berikutnya dicontohkan sebagai orang yang tak tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan penyampaian informasi. Tak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta.

Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan diatas, juga menurut DePorter & Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:

a)    berbicara dengan perlahan

b)   menanggapi perhatian fisik

c)    menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka

d)   berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain

e)    banyak gerak fisik

f)    memiliki perkembangan otot yang baik

g)   belajar melalui praktek langsung atau manipulasi

h)   menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung

i)     menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca

j)     banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)

k)   tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama

l)     sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut

m) menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

n)   pada umumnya tulisannya jelek

  • o)   menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik)

p)   ingin melakukan segala sesuatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: