Masalah Penelitian

 A.    Masalah Penelitian

Masalah biasa didefinisikan sebagai kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, atau kesenjangan antara teori dengan praktik, kesenjangan antara cita dengan realita, atau sesuatu yang memerlukan jawaban dan penjelasan. Tidak selamanya, masalah dapat menggambarkan kesenjangan, tapi terkadang juga merupakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

Kesenjangan dapat berupa :

  1.   informasi belum ada
  2.   informasi belum lengkap
  3.   informasi bertentangan dgn teori

Masalah penelitian adalah masalah yang akan menjadi obyek panelitian. Masalah penelitian akan dipelajari, dikaji dipecahkan dan diselesaikan, lalu dibuat kesimpulannya sesuai sesuai dengan konteks permasalahan oleh peneliti melalui penelitian.

B.     Permasalahan Penelitian

Apakah Masalah itu? 

Variabel yang menjadi tema pokok peneliti

Masalah

Kasus yng menjadi fokus peneliti

Suatu variabel atau kasus menjadi permasalahan peneliti jika terjadi kesenjangan antara kenyataan dan yang seharusnya dari variabel dan kasus tersebut.

C.    Kualifikasi Masalah

Setidaknya ada dua kualifikasi masalah yang baik, yakni mempunyai nilai penelitian dan layak untuk diteliti. Masalah itu harus memiliki nilai penelitian, yakni dapat diuji, orisinal, dan urgen untuk diteliti, serta dapat memberikan kontribusi terhadap  pegembangan ilmu dan kebijakan. Kemudian masalah juga harus didukung oleh data dan tidak ada kendala bagi peneliti untuk mengakses data tersebut dari sumber-sumber primernya.

D.    Macam-Macam Masalah

  1. Masalah deskriptif biasanya digunakan untuk model-model penelitian variabel tunggal, atau beberapa variabel tapi tidak mengukur intercorelatioanalnya, dan peneliti bermaksud hanya mendeskripsikan masing-masing variabel tersebut, seperti bagaimana sikap masyarakat terhadap kehadiran hypermarket di kota kabupaten? Apakah layanan staf front desk sudah memberikan kepuasan bagi pelangan? dan yang sejenisnya.
  2. Model komparatif dikembangkan jika penelitian dilakukan untuk membandingkan satu atau lebih variabel dalam dua kelompok sampel. Seperti, Adakah perbedaan produktifitas pemasaran antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak? dan yang sejenisnya.
  3. Sedangkan model asosiatif/ korelasi dikembangkan untuk penelitian yang bertendensi untuk menjelaskan pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih, seperti apakah motivasi berhubungan dengan prestasi kerja? apakah sistem penggajian mempengaruhi prestasi kerja karyawan? dan yang sejenisnya.

E.     Kapan dan Dimana Masalah Terjadi

  1. Kapan Terjadi Masalah
    1. Bila ada informasi yang mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita
    2. Bila ada hasil-hasil yang bertentangan
    3. Bila ada suatu kenyataan dan kita bermaksud menjelaskannya melalui penelitian
  1. Dimana Terjadi Masalah
    1. Pengalaman dan pengamatan
    2. Kepustakaan yang relevan dengan studi kita
    3. Mata kuliah yang kita programkan
    4. Jurnal, buku, abstrak dan majalah
    5. Seminar
    6. Tesis dan Disertasi
    7. Pakar dan teman-teman

 

F.     Ciri-Ciri Masalah yang Baik

  1. Topik yg dipilih sangat menarik
  2. Pemecahan masalah mempunyai kontribusi dalam labangan pekerjaan atau bidang tertentu
  3. Merupakan hal baru
  4. Mengandung rancangan yang kompleks
  5. Dapat diselesaikan dalam waktu yang diinginkan
  6. Tidak bertentangan dengan moral

G.    Ciri-Ciri masalah penelitian

Dalam memilih masalah penelitian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Masalah yang dipilih hendaknya sesuai dengan minat dari peneliti.
  2. Masalah yang dipakai hendaknya dapat diteliti, artinya penelitiannya dapat dilaksanakan.
  3. Tersedia faktor pendukung dari masalah yang diteliti, dalam hal ini ada data dan izin.
  4. Masalah yang diteliti harus mempunyai atau memberi manfaat.

Tidak semua masalah yang ada, dapat dijadikan sebagai masalah penelitian. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh sebuah masalah, untuk dijadikan sebagai masalah penelitian. Suatu masalah dapat dijadikan masalah penelitian apabila :

  1. Masalah tersebut dengan observasi atau pengumpulan data dapat memberi jawaban.
  2. Nilai yang disertakan dalam masalah yang diamati dapat diukur.

H.    Sumber masalah penelitian.

Masalah penelitian dapat muncul dari :

  1. Kehidupan sehari-hari, karena menjumpai hal-hal tertentu atau didorong rasa ingin tahu atau untuk meningkatkan hasil kerja
  2. Buku-buku/majalah/koran-koran
  3. Hasil pemberian orang lain atau pihak lain
  4. Diri sendiri, didorong oleh kebutuhan memperoleh jawaban

 

 

  1. I.       Judul Penelitian

Judul penelitian merupakan identitas atau cermin jiwa dari sebuah penelitian. Judul penelitian pada wujudnya merupakan kalimat, dan hanya satu kalimat pernyataan (bukan kalimat pertanyaan), yang terdiri dari kata-kata yang kongkrit (bukan umum), jelas, singkat, deskriptif, tidak terlalu berlebihan.

Judul penelitian hendaknya bersifat menjelaskan diri dan menarik. Fungsi utama dari judul penelitian bagi penulis atau peneliti adalah kompas dalam melakukan penelitian atau penyusun tulisannya. Sedangkan bagi pembaca, fungsi utama judul penelitian ini adalah menunjukan hakekat daripada obyek penelitian, wilayahnya serta metode yang dipergunakan dalam melakukan penelitian atau menyusun tulisan.

J.      Dasar perumusan judul penelitian

  1. Mengetahui status sesuatu.
  2. Membandingkan status dua fenomena atau lebih.
  3. Mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua fenomena atau lebih.

K.    Unsur-unsur judul penelitian

  1. Sifat dan jenis penelitian.
  2. Objek yang diteliti
  3. Subjek penelitian
  4. Lokasi/ daerah waktu penelitian
  5. Tahun/waktu terjadinya peristiwa

L.     Menyusun Rumusan Masalah yang Baik

  1. Didukung oleh latar belakang masalah dan pejelasan mengenai pentingnya masalah diteliti.
  2. Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variabel yang menjadi perhatian peneliti.
  3. Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel (konseptual & operasional)

Cara menyusun rumusan masalah adalah sebagai berikut :

  1. Rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk pernyataan
  2. Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
  3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
  4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis

 

M.   Tujuan Rumusan Masalah

  1. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang.
  2. Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal baru.
  3. Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya.
  4. Memenuhi keinginan sosial.
  5. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat.

Contoh rumusan masalah :

  1. Bagaimana bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita?
  2. Seberapa besar pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita?

N.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai. Dengan demikian, pada dasarnya tujuan penelitian memberikan informasi mengenai apa yang diperoleh setelah selesai penelitian.

Dalam menuliskan tujuan penelitian, ada beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga tujuan penelitian dikatakan baik, yaitu :

  1. Spesifik
  2. Terbatas
  3. Dapat diukur
  4. Dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian

Dari contoh rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah :

  1. Untuk menjelaskan bentuk hubungan antara pelatihan dan kemapuan membaca berita.
  2. Untuk menemukan besarnya pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: