• TANGGALAN

    Mei 2011
    S S R K J S M
        Jun »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Pos-pos Terbaru

  • Kategori

  • HAND MADE

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

  1. Pengertian dan manfaat

Teori murni perdagangan internasional pada dasarnya berijak atas pandangan kaum klasik tentang kesempatan kerja penuh dan keluesan harga untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang bagaimanapun juga.

Adapun motif suatu negara untuk melakukan perdagangan internasional adalah kemungkinan diperolehnya manfaat tambahan, manfaat ini bisa disebut dengan manfaat perdagangan atau gains from trade.

Dengan adanya perdagangan internasional ini maka akan memungkinkan terjadinya:

  1. Tukar menukar barang dan jasa yang memungkinkan terciptanya efisiensi dalam pengolahan sumber daya ekonomi dunia.
  2. Pergerakan sumber daya melalui batas-batas negara.
  3. Perdagangan internasional memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara.
  4. Pertukaran dan perluasan penggunaan teknologi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara-negara yang terlibat didalamnya.
  5. Dalam banyak kasus, perdagangan internasional juga dapat menjadi pemasukan kas negara.
  1. Teori-Teori Manfaat (Keuntungan) Perdagangan Internasional

Manfaat atau keuntungan dan perdagangan internasional dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu:

  1. Teori keunggulan mutlak (Absolut Advantage Theory)

Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations (1776) yang menyebutkan bahwa suatu negara dikatakan mempunyai keunggulan mutlah atas barang tertentuapabila negara tersebut mampu memproduksinya dengan biaya lebih rendah dibanding negara lain. Dalam rangka mencaai keunggulan mutlak, Adam Smith mengemukakan ide tentang pembagian kerja internasional (spesialisasi). Dengan adanya spesialisasi internasional ini akan memiliki keuntungan antara lain:

  1. Dapat memberikan hasil beruoa manfaat (gains from trade) yang berupa kenaikan produksi dan konsumsi barang/jasa.
  2. Setiap negara akan menekankan produksi barang yang memiliki keuntungan alamiah maupun keuntungan yang diperkembangkan.

Dengan demikian setiap negara akan melakukan spesialisasinya dalam produksi yang memiliki keuntungan mutlak, yaitu keuntungan yang dinyatakan dalam banyaknya jam/hari kerja yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang tersebut. Keuntungan ini baru akan diperoleh apabila suatu negara mampu memproduksi suatu barang dengan jam/hari kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain.

  1. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Adventage Theory)

Teori keunggulan komparatif pertamakali diperkenalkan pada tahun 1817 oleh David Ricardo, karena itu biasa disebut juga sebagai prinsip keunggulan komparatif Ricardian. Dalam teori ini Ricardo merasa kurang puas dengan teori Adam Smith, kemudian diperbaiki dengan mengajukan dua perbedaan dalam perdagangan:

  1. Perdagangan dalam negeri
  2. Perdagangan luar negeri

Untuk perdagangan luar negeri menurut Ricardo baru bisa berlaku teori keuntungan mutlak Adam Smith, sehingga untuk perdagangan luar negeri keuntungan itu kurang bisa terpakai, sehingga dalam perdagangan luar negeri harus menggunakan keuntungan/ongkos komparatif.

Menurut teori ini kedua negara masih dapat melakukan perdagangan meskipun salah satunya mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi barang, asalkan biaya relatif untuk memproduksi barang di kedua negara tersebut berbeda.

  1. Kebijakan perdagangan internasional
    1. Perdagangan Bebas

Kebijakan ini dianjurkan oleh aliran fisiokratis dan aliran liberal yang memanfaatkan prinsip keunggulan mutlak dan keunggulan komparatif dalam membangun argumennya. Menurut aliran ini, liberalisasi perdagangan dapat memacu kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi karena beberapa alasan berikut ini:

  1. Cenderung memacu persaingan, sehingga menyempurnakan skala ekonomis dan alokasi sumber daya.
  2. Mendorong peningkatan efisiensi, perbaikan produk, dan kemajuan teknologi, sehingga memacu produktivitas faktor-faktor produksi.
  3. Merangsang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan serta memupuk tingkat laba, tabungan, dan investasi.
  4. Lebih mudah menarik modal asing dan tenaga ahli
  5. Memungkinkan konsumen memiliki lingkup pilihan yang lebih luas atas barang-barang yang tersedia.
  6. Perdagangan proteksionis

kebijakan proteksionis ini muncul sebagai koreksi terhadap kebijakan perdagangan bebas yang dianggap hanya menguntungkan nagara-negara maju dan tidak emmberi manfaat bagi negara-negara berkembang.perdagangan proteksionis ini didasari oleh bebara alasan sebagai berikut:

  1. Sering kali ekspor negagra maju yang berupa barang manufaktur dinilai lebih tinggi dari barang-barang primer yang diekspor negara berkembang.
  2. Untuk melindungi industri dalam negeri yang baru tumbuh.
  3. Menciptakan lapangan pekerjaan.

Bebarapa bentuk kerjasama perdagangan proteksionis yang sering ditetapkan di banyak negara adalah:

  1. Tarif atau bea masuk, adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan, baik barang impor maupun barang ekspor.
  2. Kuota, yaitu batas maksimum jumlah barang tertentu yang bisa diimpor dalam periode tertentu.
  3. Subsidi, adalah bentuk bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada barang-barang domestik agar produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk luar negeri.
  4. Larangan impor, adalah kebijakan pemerintah yang melarang masuknya jenis-jenis produk impor karena alasan-alasan tertentu.
  5. Dumping, adalah kebijakan yang menjual produk lebih murah di luar negeri daripada di dalam negeri. Untuk menjalankan kebijakan ini diperlukan beberapa syarat, yaitu:

1)      Kekuatan monopoli di dalam negeri lebih besar daripada di luar negeri, atau dengan kata lain kurve permintaan dalam negeri kurang elastis dibanding dengan luar negeri yang keadaan pasarnya bersifat persaingan sempurna. Konsumen di dalam negeri tidak akan/tidak dapat membeli barang dari luar negeri.

  1. Hambatan-Hambatan dalam Perdagangan Internasional

Diantara hambatan-hambatan yang terdapat dalam perdagangan internasional antara lain:

  1. Ancaman peperangan

Ancaman ini merupakan penghambat yang paling serius terhadap perdagangan luar negeri, sehingga setiap negara berusaha untuk tidak tergantung pada negara lain. Apabila suatu negara tergantung pada negara lainnya, dan terjadi peperangn baik antara kedua negara tersebut maupun antara negara rekannnya akan mengalami gangguan yang cukup serius bahkan bisa berakibat fatal.

  1. Perbedaan tingkat upah

Suatu negara memiliki biaya tenaga kerja relatif murah dengan sendirinya dia akan mampu menjual barangnya di pasaran internasional dengn harga relatif murah pula; hal ini tentunya akan mematikan negara yang upah tenaga kerjanya tinggi.

  1. Kesempatan kerja

Hambatan ini berupa timbulnya depresi dan pengangguran, bilamana suatu negara menderita karena mengalami depresi, maka biasanya negara tergoda untuk menaikkan tarif-tarif dan selain itu berusaha untuk menghalangi masuknya barang-barang luar engeri. Dengan alasannya yang dikemukakan adalah produk tersebut bersaing dengn produk dalam negeri, dan akan mengurangi kesempatan kerja di dalam negeri.

  1. Pengertian dan Fingsi Devisa

Devisa atau biasa disebut dengan cadangan devisa/cadangan internasional adalah aset moneter yang dipergunakan untuk memperbaiki defisit neraca pembayaran antar negara-negara. Cadangan devisa/cadangan internasional ini terdiri atas emas, valuta asing, posisi cadangan pada IMF, dan SDRs (special Drawing Rights). Berbeda dengan cadangan-cadangan devisa lainnya, SDRs adalah suatu aktiva moneter yang dipegang oleh negara-negara anggota IMF yang tidak mempunyai bentuk nyata. SDRs diciptakan oleh IMF dalam bentk catatan pertumbuhan dalam suatu perhitungan khusus dan dinilai berdasarkan lima mata uang asing, yaitu: US$, Mark Jerman, Poundsterling Inggris, Fanc Perancis, dan Yen Jepang.

  1. Sumber-Sumber Devisa dan Tujuan Penggunaannya

Devisa bersumber dari surplus neraca perdagangan dan bantuan keuangan internasional berupa hibah atau pinjaman utang luar negeri. Devisa atau cadangan devisa biasa digunakan untuk stabilisasi neraca pembayaran internasional, baik untuk membiayai impor, proyek-proyek investasi luar negeri, maupun untuk membayar utang luar negeri.

  1. Cara dan Alat Pembayaran internasional

Pembayaran internasional adalah pembayaran atas transaksi yang dilakukan oleh negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional berdasarkan kesepakatan yang telah ditentukan.

Pelaksanaan transaksi perdagangan luar engeri dapat diukur dengan cara pembayaran berikut:

  1. Pembayaran tunai (cash Payment)

Pembayaran tunai biasanya dilakukan oleh importir yang belum kenal dengan eksportir. Cara ini dilaksanakan melalui:

  1. Wesel Bank atau Unjuk (Banker Sight Draft), yaitu surat perintah yang dibuat oleh bank domestik yang ditujukan kepada bank korespondennya dinegara lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada si pembawa surat wesel.
  2. Telegraphic Transfer (T/T), yaitu erintah pembayaran yang dikirimkan melalui telegraf atau telex dari bak dalam negeri ke bang korespondennya diluar negeri
  3. Pembayaran Kredit (open Acount)

barang dikirim kepada importir dengan waktu pembayaran terserah kepada importir. Dengan cara ini resiko perubahan kurs, ditanggung oleh eksportir. Oleh karena itu, cara ini banyak dilakukan bila eksportir dan importir sudah kenal baik, keadaan ekonomi politik sedang stabil, dekat dengan pasar.

  1. Letter of Credit (L/C)

Yaitu sebuah instrumen pembayaran yang dikeluarkan oleh bang atas nama salah satu nasabahnya, yang menguasakan seseorang atau perusahaan penerima instrumen tersebut menarik wesel atas bank yang bersangkutan atau salah satu bank korespondennya, berdasarkan kondisi yang tercantum pada instrumen tersebut.

Macam-macam L/C:

  1. Sistem L/C biasa, dimana importir bisa langsung membayar sesuai dengan harga barang melalui bank yang ditunjuk.
  2. Sistem Merchan’s L/C, importir dapat memasukkan barang terlebih dahulu dengan melakukan pembayaran sebagian, sedang sisanya dibayarkan kemudian.
  3. Sistem industrial L/C, merupakan import barang industrial secara sepat yang tidak dipakai untuk batang konsumsi.
  4. Red Clause L/C, L/C yang mensyaratkan Red Clause adalah dimana dalam L/C tersebut dicantumkan instruksi kepada advising Bank untuk melaksanakan pembayaran sebagian dari jumlah L/C kepada eksportir sebelum mengapalkan barang-barang eksportnya.
  5. Commercial Bill of Exchange

Cara ini paling umum dipakai dan biasa disebut wesel (draft) atau trade bills, yaitu surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada si pembeli untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu.

Jenis atau macam wesel adalah:

  1. Clean Draft, yakni wesel yang tidak disertai jaminan barang.
  2. Documentary draft, yakni wesel yang disertai jaminan dokumen pengiriman dan asuransi barang. Waktu atau tempo pembayaran wesel dilakukan disebut tenor usance. Dalam kaitannya dengan waktu pembayaran, wesel dibedakan menjadi:
  3. Sight draft, yakni wesel yang dibayar sesaat setelah diperlihatkan pada pembeli. Kemungkinan pembayaran dilakukan sebelum barang tiba ditempat pembeli.
  4. Arrival draft, yakni wesel yang dibayarkan sesaat setelah barang tiba.
  5. Date draft, yakni wesel yang pembayarannya dilakukan pada tanggal tertentu atau beberapa hari setelah tanggal tertentu.

Pihak-pihak dalam surat wesel:

  1. Draver, yaitu pihak penarik atau penulis wesel, dalam hal ini yang bertindak sebagai penarik wesel adalah eksportir
  2. Drawee, yaitu pihak pertama atau pihak Drawer memberikan kepada yang menerima wesel dalam hal ini yang bertindak sebagai penerima wesel adalah pihak importir.
  3. Payee, pihak yang menerima pembayaran dari pihak Drawee atas perintah Drawer.

Apabila dalam transaksi surat esel ditulis “ harap dibayar kepada kami sendiri” maka pihak Drawer dan pihak payee adalah orang yang sama, yaitu penjual.

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tukar

Alat pembayaran dalamperdagangan internasional dan investasi luar negeri memerlukan valuta asing (mata uang), yaitu jenis mata uang yang digunakan di negara lain. Perbedaan penggunaan mata uang ini mengakibatkan perubaaahan nilai tukar mata uang negara yang satu dengan negara yang lain terhadap nilai suatu barang, atau biasa disebut Exchange rate. Nilai tukar uang suatu negara dapat berubah (berfluktuasi) karena faktor-faktor berikut innni:

  1. Permintaan dan penawaran terhadap mata uang suatu negara, karena arus ekspor dan impor barang, jasa, dan modal ke dalam maupun ke luar engeri.
  2. Tingkat inflasi domestik telatif terhadap negara-negara lain.
  3. Suku bunga domestik dibandingkan dengan perdaingan di tingkat suku bunga mata uang asing.
  1. Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
    1. Pengertian Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran adalah suatu pernyataan mengenai transaksi perdagangan dan keuangan suatu negara dengan negara lainnya dalam suatu periode tertentu, biasanya dalam satu tahun. Neraca pembayaran mempunyai dua sisi, yaitu:

  1. Sisi kredit: yaitu transaksi yang menimbulkan hak menerima pembayaran dari megara lain, biasanya diberi tanda (+)
  2. Sisi debet, yaitu transaksi yang menimbulkan kwajiban untuk membayar kepada negara lain, biasanya diberi tanda (-).
  3. Komponen-komponen neraca pembayaran
    1. Transaksi berjalan (neraca barang dan jasa=Current Account)

Transaksi berjalan menunjukkan keuntungan atau kerugian dari negara dalam transaksi sehari-hari. Perhitungan ini terdiri dari da pos transaksi:

1)      Neraca perdagangan terlihat, yang menunjukkan selisih antara nilai eksporrr dan impor barang-barang.

2)      Neraca perdagangan yang tak terlihat, yang meliputi atas pembayaran jasa-jasa tertentu, bunga dan keuntungan investasi dan pinjaman, penerimaan dan pengeluaran pemerintah untuk pertahanan, administrasi luar negeri, dll.

  1. Investasi dan Transaksi Modal lainnya (neraca modal= capital account)

1)      Transaksi modal jangka pendek, meliputi:

a)      Kredit untuk perdagangan dari negara lain (transaksi Kredit) atau kredit perdagangan yang diberikan kepada negara lain (transaksi debet).

b)      Deposito bank dari luar negeri (debet) atau deposito bank di dalam negeri milik penduduk negara lain (kredit)

c)      Pemberian surat berharga luar negeri jangka pendek (debet) atau penjualan surat berharga dalam negeri jangka pendek (kredit)

2)      Transaksi modal jangka panjang, meliputi:

a)      Investasi langsung di luar negeri (debet) atau investasi asing dalam negeri (K)

b)      Pembelian surat berharga luar negeri jangka panjang (D) atau penjualan surat berharga dalam negeri jangka panjang (K).

c)      Pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada negara lain (D) atau pinjaman jangka panjang yang diterima dari negara lain (K).

  1. Rekening Cadangan Resmi

Yaitu rekening yang menunjukkan perubahan cadangan resmi dan kewajiban pemerintah negara tersebut untuk menyeimbangkan neraca transaksi berjalan dengan neraca modal.

  1. Neraca defisit, surplus dan seimbang

Saldo transaksi bejalan, investasi, dan aliran modal lainnya menggambarkan neraca pembayaran secara resmi. Angka dalam neraca pembayaran menunjukkan apakah suatu negara mengalami defisit atau surplus. Terdapat tiga kemungkinan dari kinerja neraca pembayaran, yaitu:

  1. Neraca pembayaran seimbang

Adalah neraca pembayaran yang menggambarkan suatu keadaan dimana belanja dan investasi suatu negara tidak melebihi belanja dan investasi negara-negara lain ke negara tersebut. Sehingga cadangan devisa tidak bertambah maupun berkurang. Disini terdapat keseimbangan neraca, yaitu sisi kredit dan debet tidak mengalami selisih.

  1. Neraca Surplus

Adalah neraca pembayaran yang menggambarkan keadaan dimana belanja dan investasi suatu negara lebih kecil daripada belanja dan investasi dari negara lain ke negara tersebut. Jika neraca pembayaran dalam keadaan surplus, negara dapt menambahkan surplus tersebut dalam cadangan devisa atau untuk membayar kembali utang-utang luar negerinya.

  1. Neraca Defisit

Neraca defisit ini merupakan kebalikan dari keadaan neraca surplus, yaitu neraca pembayaran yang menggambarkan keadaan dimana belanja dan investasi suatu negara lebih besar daripada belanja dan investasi dari negara-negara lain yang masuk ke negara tersebut. Jika neraca defisit, maka harus ditutupi dengan pengurangan cadangan devisa atau dengan jalan meminjam utang luar negeri.

Neraca pembayaran yang defisit atau surplus dapat diatasi dengan berbagai cara, yaitu:

  1. Penyelesaian harga eksternal

Yaitu dengan mengadakan perubahan kebijakan nilai tukar secara bergantian antara mata uang dengan melibatkan kebijakan devaluasi atau depresiasi dan revaluasi atau apresiasi dari mata uang asing yang  berkepentingan. Sehingga mengakibatkan ekspor lebih murah atau lebih mahal dan impor lebih murah atau lebih mahal untuk ukuran mata uang asing. Kebijakan ini sangat tergangtung dari sistem nilai tukar yang dipakai.

  1. Penyelesaian harga dan pendapatan internal
  2. Kebijakan ini menggunakan instrumen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang bersifat deflasi dan reflasi dengan menurunkan harga barang dan jasa yang sama yang diproduksi di luar negeri. Dengan demikian harga barang ekspor lebih murah dan barang impor labih mahal secara relatif untuk ukuran mata uang asing. Deflasi artinya penurunan tingkat pendapatan nasional dan output, yang biasanya dibarengi dengan penurunan tingkat harga-harga umum. Sedangkan reflasi adalah kebijakan peningkatan tingkat output pendapatan nasional untuk menjamin kesempatan kerja penuh dan meningkatkan pertumbuhan nasional.
  3. Hambatan atau larangan perdagangan dan nilai tukar mata uang asing.
  4. Utang luar negeri: Keuntungan dan Kebutukan

Utang luar negeri adalah uang yang dipinjam oleh suatu negara kepada masyarakat internasional. Utang ini bisa dilakukan kepada satu negara atau lebih dari satu negara, baik lembaga-lembaga donor internasional, maupun lembaga-lembaga keuangan internasional.

Manfaat dan kebaikan utang luar negeri adalah:

  1. Untuk membiayai program dan proyek pembangunan jangka panjang
  2. Untuk menutup defisit neraca pembayaran
  3. Merangsang dan menggerakkan perekonomian nasional dan internasional.

Keburukan utang luar negeri adalah:

  1. Membebani APBN dan neraca pembayatan luar negeri, karena ebagian dari pendapatan nasional digunakan untuk membayar utang.
  2. Kerena utang luar negeri menggunakan standar nilai tukar internasional, maka sangat rawan terjadinya pembengkakan nilai utang hanya karena fluktuasi nilai valuta asing.
  3. Dalam jangka panjang akan menimbulkan perangkap utang, dimana pembangunan suatu negara sangat tergantung pada utang luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: