PEMILIHAN LOKASI PABRIK

  1. Faktor utama dalam pemilihan lokasi pabrik.
    1. Lokasi sumber bahan baku

Di dalam perusahaan , kebutuhan bahan baku ini bukan merupakan kebutuhan yang dirasakan pada waktu – waktu tertentu saja, melainkan akan menjadi kebutuhan rutin yang harus selalu dipenuhi. Ketiadaan bahan baku dalam perusahaan ini akan mempunyai akaibat – akibat yang tidak diinginkan oleh perusahaan tersebut. Akibatnya adalah terhentinya pelaksanaan kegiatan produksi di dalam perusahaan tersebut. Apabila kegiatan produksi terhenti, maka hal ini tentunya akan mengakibatkan kegiatan – kegiatan yang lain dalam perusahaan tersebut terhenti pula. Ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku ini adalah sangat besar, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan akan dapat melaksanakan proses produksi dalam perusahaannya tanpa mempergunakan bahan baku. Karena hal inilah maka perusahaan yang didirikan, sejauh mungkin akan selalu mempertimbangkan lokasi bahan baku.

Apabila suatu pabrik didirikan dengan lokasi yang jauh dari sumber bahan baku yang dipergunakannya, maka perusahaan yang bersangkutan akan menanggung berbagai macam risiko. Risiko – risiko ini antara lain : risiko sehubungan dengan angkutan bahan baku, risiko kerusakan dalam angkutan, risiko biaya angkutan. Risiko kehilangan, risiko keterlambatan informasi bahan baku, dll. Dari hal – hal tersebut kiranya dapat dimengerti bahwa lokasi pabrik yang akan didirikan oleh perusahaan tersebut akan lebih baik apabila dipilih tempat yang lebih dekat dengan sumber bahan baku dari perusahaan yang bersangkutan.

  1. Lokasi pasar produk perusahaan

Pabrik akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi, yang kemudian akan dipasarkan. Baik setelah barang hasil produksi ini langsung dipasarkan, ataupun disimpan dalam gudang perusahaan terlebih dahulu, namun tujuan akhir dari kegiatan produksi ini adalah dapat dipasarkannya produk tersebut. Suatu kegiatan produksi dalam perusahaan baru akan kelihatan manfaatnya kalau produk perusahaan tersebut dapat dipasarkan dengan baik. Apabila produk perusahaan tidak dapat dipasarkan, maka padsa umumnya kegiatan produksi dalam perusahaan tersebut akan dihentikan, dan diganti dengan kegiatan produksi yang lain dimana produknya dapat dipasarkan. Dengan demikian maka masalah pasar ini merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan dengan begitu saja oleh perusahaan bersangkutan.

Pemilihan lokasi pabrik yang berdekatan dengan lokasi pasar produk perusahaan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. Keuntungannya antara lain : keuntungan pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar produk perusahaan tersebut, kemudahan pengawasan angkutan, kecepatan memperoleh informasi pasar, dll.

Sejauh lokasi sumber bahan baku serta lokasi pasar produk perusahaan tersebut adalah berdekatan, maka dalam hal ini tidak akan timbul permasalahan sehubungan dengan lokasi pasar dan lokasi sumber bahan baku ini. Tetapi keadaan ini akan menjadi lain apabila lokasi sumber bahan baku tersebut berjauhan dengan lokasi pasar produk perusahaan tersebut. Dalam keadaan semacam ini apabila pabrik tersebut didirikan mendekati lokasi sumber bahan baku dari perusahaan tersebut, maka hal ini berarti menjauhi lokasi pasar produk perusahaan. Sebaliknya, apabila pabrik tersebut didirikan mendekati lokasi pasar produk perusahaan, hal ini sama saja berarti menjauhi lokasi sumber bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Sehingga dengan demikian perusahaan ini harus mempertimbangkan dengan teliti, dimana lokasi pabrik tersebut didirikan, apakah mendekati lokasi sumber bahan baku tetapi menjauhi lokasi pasar, atau mendekati lokasi pasar tetapi menjauhi lokasi sumber bahan baku. Dalam keadaan semacam ini maka pertimbangan – pertimbangan berikut ini akan sangat layak apabila dipergunakan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan tersebut untuk menyusun berbagai pertimbangan guna penentuan lokasi pabrik yang akan didirikannya tersebut.

  1. Biaya angkutan

Apabila biaya angkutan bahan baku lebih murah dari pada biaya angkutan produk perusahaan untuk setiap ekuivalen unit, maka pabrik tersebut akan lebih menguntungkan apabila didirikan mendekati lokasi pasar produk perusahaan yang bersangkutan.

  1. Kemudahan pengangkutan

Aapabila pengengkutan bahan baku ini lebih mudah dari pada pengangkutan produk perusahaan, maka perusahaan ini akan lebih menguntungkan apabila mendirikan pabriknya mendekati pasar produk perusahaan tersebut.

  1. Risiko pengengkutan

Apabila risiko pengangkutan yang ada (misal : kerusakan, kehilangan,dll) dari bahan baku adalah lebih rendah dari pada risiko pengangkutan barang jadi, maka perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan apabila mendirikan pabriknya dekat denga lokasi sumber bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan yang bersangkutan.

  1. Daya tahan

Apabila daya tahan bahan baku perusahaan ini lebih rendah dari pada daya tahan produk perusahaan, maka perusahaan semacam ini akan lebih menguntungkan apabila didirikan mendekati lokasi sumber bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan tersebut.

  1. Adanya penembahan/pengurangan volume dari bahan baku menjadi barang jadi dalam proses produksi.

Apabila di dalam pelaksanaan kegiatan produksi dalam perusahaan yang bersangkutan terdapat penambahan volume yang cukup berarti, maka pabrik tersebut akan lebih menguntungkan apabila didirikan mendekati lokasi pasar produk perusahaan yang bersangkutan.

  1. Fasilitas transportasi

Pada umumnya, sarana transportasi yang dimaksud dalam hal ini adalah merupakan sarana transportasi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kepentingan pabrik yang didirikan tersebut. Dalam hal ini dikenal adanya berbagai macam sarana transportasi, yang secara umum dibagi menjadi empat macam yaitu :

  1. Sarana transportasi melalui darat.

1)      Mempergunakan kereta api.

2)      Mempergunakan jalan raya.

  1. Sarana transportasi melalui laut.
  2. Sarana transportasi melalui udara.
  3. Sarana transportasi khusus misalnya : pemgiriman melalui pipa bawah tanah, pengiriman pipa bawah laut, dll.
  4. Tersedianya tenaga kerja

Sehubungan dengan masalah tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan, maka terdapat empat klasifikasi tenaga kerja yang diperlukan oleh perusahaan. Klasifikasi ini adalah sebagai berikut :

  1. Tenaga kerja ahli dan terlatih.

Tenaga kerja ahli adalah tenaga kerja dengan bekal pendidikan formal tertentu. Sedangkan tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang telah mempunyai pengalaman kerja tertentu dalam jangka waktu tertentu pula.

Tenaga jenis pertama ini, pada umumnya akan dibutuhkan oleh perusahaan dalam jumlah yang sedikit. Dari sebuah perusahaan yang mempunyai banyak karyawan, maka karyawan yang ahli dan terlatih ini jumlahnya akan dapat dihitung dengan jari. Di samping itu, imbalan yang akan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja ini adalah cukup besar sehingga tenaga kerja jenis ini akan secara suka rela berpindah tempat mendekati atau masuk ke dalam lokasi pabrik di mana dia bekerja.

Dengan demikian untuk karyawan jenis ini bukannya pabrik yang mendekati lokasi tersedianya karyawan tersebut, melainkan karyawan yang bersangkutan akan berusaha untuk mendekati lokasi pabrik yang ada.

  1. Tenaga kerja ahli tetapi belum terlatih.

Untuk tenaga kerja jenis ini masalahnya hampir sama dengan karyawan ahli dan terlatih. Hanya saja dalam hal ini imbalan yang diberikan oleh perusahaan tersebut agak berkurang apabila dibandingkan dengan imbalan yang diberikan kepada karyawan yang ahli dan terlatih. Namun demikian, kebutuhan perusahaan akan karyawan jenia ini pun tidak banyak.

Dengan demikian, maka sebagaimana halnya karyawan ahli dan terlatih, maka karyawan ahli walaupun belum terlatih ini akan berusaha untuk mendekati lokasi perusahaan yang bersangkutan, sehingga bukannya perusahaan yang mencari lokasi tersedianya karyawan tersebut.

  1. Tenaga kerja tidak ahli tetapi terlatih.

Pada umumnya perusahaan akan memerlukan karyawan ini dalam jumlah yang cukup besar. Beberapa tugas yang akan dibebankan perusahaan kepada para karyawan jenis ini adalah tugas – tugas operator mesin, tugas – tugas lain yang memerlukan ketrampilan khusus tetapi cukup memerlukan bekal pengetahuan teori yang sedikit saja. Oleh karenakaryawan ini tidak termasuk dalam kategori karyawan ahli, maka pada umumnya para karyawan tersebut akan mendapatkan imbalan dalam jumlah yang lebih rendah dari pada para keryawan ahli dalam perusahaan bersangkutan.

Pada umumnya para karyawan yang tergolong tidak ahli, tetapi terlatih ( dalam bidang tertentu ) ini agak enggan untuk berpindah tempat tinggal ke tempat yang lain atau pergi ke tempat yang dirasakan jauh dari tempat tinggalnya semula, dikarenakan beberapa hal sebagai berikut :

1)  Pada umumnya tenaga kerja semacam ini mempunyai bekal ketrampilan tertentu sehingga akan mendapatkan kesempatan kerja yang cukup memadai apabila mereka tetap tinggal di kampong halamannya.

2)      Para karyawan pada umumnaya ini akan merasa enggan untuk berpindah tempat oleh karena di tempat tinggalnya yang baru tersebut mereka akan memperoleh penghasilan yang sama atau hampir sama. Peningkatan penghasilan pada karyawan ini pada umumnya akan sulit dilaksanakan olek karena ketrampilan yang mereka bawa adalah ketrampilan rata – rata yang juga dipunyai oleh sejumlah besar para karyawan yang lain.

Berdasarkan kenyataan tersebut, yaitu terdapatnya kebutuhan perusahaan terhadap para karyawan jenis ini yang cukup besar, serta adanya rasa enggan dari para karyawan tersebut untuk berpindah tempat tinggal, maka perusahaan yang akan mendirikan pabrik tersebut sudah selayaknya mempertimbangkan tersedianya karyawan yang ahli tetapi terlatih tersebut untuk pemilihan lokasi pabrik.

  1. Tenaga kerja tidak ahli dan tidak terlatih.

Tenaga kerja semacam ini akan terdapat di mana – mana sehingga di mana pun perusahaan ini akan mendirikan pabriknya, di daerah tersebut akan tersedia tenaga kerja jenis ini.

  1. Pembangkit tenaga (Power)

Untuk menjalankan mesin dan peralatan produksi yang berada di dalam pabrik dari suatu perusahaan tertentu, diperlukan adanya suatu pembangkit tenaga. Pada umumnya tenaga yang diperlukan oleh pabrik ini adalah jumlah yang cukup besar. Dengan demikian apabila pabrik yang didirikan ini tidak mendapatkan sumber tenaga dalam jumlah daya yang cukup, maka hal ini akan berarti pabrik yang didirikan tersebut tidak dapat berorientasi dengan baik.

Untuk mendapatkan pembangkit tenaga dalam jumlah yang cukup besar dapat dipergunakan dua macam jalan, yaitu jasa Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan yang kedua adalah mengusahakan sumber pembangkit tenaga sendiri. Perusahaan akan dapat mengadakan perhitungan sesuai dengan kebutuhan pabrik yang didirikan tersebut maka akan dapat diketahui sumber tenaga mana yang paling ekonomis untuk dipergunakan dalam pabrik tersebut.

Terjaminnya kelangsungan sumber tenaga ini akan berarti terjaminnya pelaksanaan kegiatan produksi dalam perusahaan yang bersangkutan. Sebaliknya, apabila pembangkit tenaga ini seringkali mengalami kerusakan atau tersendat – sendat, maka pelaksanaan kegiatan produksi dalam perusahaan tersebut akan menjadi tersendat – sendat pula.

  1. Faktor bukan utama dalam pemilihan lokasi pabrik.
    1. Rencana masa depan perusahaan

Rencana masa depan perusahaan ini merupakan susunan rencana konkrit yang disiapkan oleh setiap perusahaan dalam pemilihan lokasi pabrik. Hal ini  berhubungan dengan jangka waktu pemakaian lokasi pabrik yang akan dipilih atau digunakan oleh masing-masing perusahaan. Dengan melihat jangka waktu pelaksanaan kegiatan perusahaan , perusahaan akan lebih leluasa memilih lokasi pembangunan pabrik serta bagaimana sebaiknya memilih opsi kepemilikan atau penggunaan lahan yang akan dipakai untuk membanggun pabrik tersebut.

  1. Kemungkinan perluasan perusahaan

Dalam setiap pembangunan pabrik seharusnya perusahaan telah mempersiapkan adanya opsi perluasan pabrik dalam rencana masa depan perusahaan. Dalam hal ini tentunya perusahaan dituntut untuk mempersiapkan cadangan lahan atau tanah  dalam lokasi pabrik yang bisa digunakan perusahaan apabila perusahaan tersebut memiliki opsi untuk melakukan perluasan pabrik. Adanya cadangan lahan tersebut tentunya akan sangat berguna dan menghemat biaya apabila dikemudian hari perusahaan tersebut berada dalam posisi untuk melakukan perluasan pabrik dalam upaya meningkatkan produktifitas perusahaan.

  1. Kemungkinan perluasan kota

Manajemen tiap perusahaan seharusnya juga mempertimbangkan adanya kemungkinan terjadinya perluasan kota tempat akan didirikanya pabrik. Hal ini supaya lokasi berdirinya pabrik tetap bisa sesuai dengan perkembangan kota dan keadaan masyarakat sekitar serta terhindar dari setiap risiko dari dampak terjadinya perluasan dan pembangunan kota

  1. Fasilitas pelayanan mesin dan peralatan produksi

Kemudahan dalam mengakses fasilitas pelayanan mesin dan peralatan mesin merupakan faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas kegiatan pabrik suatu perusahaan. Terutama bagi perusahaan-perusahaan  yang belum mempunyai unit khusus pelayanan dan perawatan dengan baik dan teratur , serta yang masih mengandalkan teknisi dari luar perusahaan dalam menangani setiap perawatan dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilaksanakan dalam perusahaan tersebut.

  1. Fasilitas pembelanjaan perusahaan

Adanya fasilitas pembelanjaan perusahaan seperti pasar modal, bank, koperasi simpan pinjam, ataupun lembaga keuangan lain yang bisa dijadikan sarana untuk penambahan modal bagi perusahaan disekitar lokasi didirikanya pabrik merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan likasi pabrik. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut didekat lokasi pendirian pabrik tentunya merupakan sebuah keuntungan yang dapat memperlancar kegiatan operasional dan  administrasi perusahaan yang bersangkutan.

  1. Terdapatnya persediaan air

Kebutuhan pabrik akan ketersedian air yang memadai  untuk menutupi kebutuhan operasional pabrik seperti untuk pembangkit tenaga listrik cadangan, untuk melaksanakan proses produksi, ataupun untuk keperluan karyawan,  membuat setiap perusahaan harus memperhatikan ketersediaan air dalam pemilihan lokasi pembangunan pabrik. Walaupun volume air yang dibutuhkan setiap perushaan berbeda-beda namun tetap saja perusahaan harus memperhatikan ketersediaan air dilokasi pembangunan pabrik pperusahaan tersebut. Hal ini karena air tentunya merupakan faktor yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan produksi, sehingga tanpa adanya air dalam jumlah yang memadai tentunya akan mengganggu  produktifitas suatu perusahaan.

  1. Perumahan dan fasilitas – fasilitas lainnya
  2. Biaya tanah dan gedung
  3. Peraturan pemerintah daerah setempat
  4. Sikap masyarakat setempat
  5. Iklim
  6. Keadaan tanah
  7. Keadaan lingkungan
  8. Tahap – tahap pemilihan lokasi pabrik.
    1. Pengumpulan data
    2. Penentuan model analisis yang dipergunakan
    3. Analisis data yang relevan
    4. Penentuan urutan alternatif lokasi yang dipilih
  9. Daerah perkotaan, tepian kota dan pedesaan.

Sehubungan dengan pemilihan lokasi pabrik yang dilaksanakan ini, maka perlu pula untuk dipertimbangkan bagian daerah mana yang akan dipergunakan sebagai lokasi pabrik yang akan didirikan oleh perusahaan ini. Pada umumnya, setiap daerah yang ada akan mempunyai tiga bagian daerah yaitu : daerah perkotaan, daerah tepian kota dan daerah pedesaan.

Pada daerah perkotaan biasanya memiliki karakteristik yaitu

  1. Banyak tersedia tenaga kerja tang terdidik maupun yang terlatih.
  2. Fasilitas – fasilitas yang tersedia juga biasanya lebih banyak dan lebih lengkap.
  3. Harga tanah di daerah perkotaan biasanya relatif lebih tinggi.
  4. Daerah perkotaan menyediakan sarana komunikasi yang cukup.

Pada daerah tepian kota memiliki karakteristik yaitu :

  1. Fasilitas yang dimiliki oleh daerah tepian kota tidak sebanyak dan selengkap daerah perkotaan.
  2. Biaya tanah dan gedung lebih murah.
  3. Cadangan tanah untuk mengadakan perluasan pabrik ini tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.

Pada daerah pedesaan memiliki karakteristik yaitu :

  1. Biaya tanah dan gedung yang paling murah dibandingakan dengan daerah kota dan daerah tepian kota.
  2. Fasilitas yang tersedia sangat kurang lengkap dan jumlahnya pun relatif sedikit.

Sehubungan dengan beberapa hal tersebut, manajemen perusahaan diharapkan akan dapat mengadakan pemilihan lokasi pabrik dengan sebaik – baiknya. Pemilihan daerah yang tidak tepat dalam hal ini akan dapat berakibat kepada perusahaan yang bersangkutan di dalam jangka panjang.

Satu Tanggapan

  1. makasih postingan nya,,,ijin copi gan,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: